Cakar-cakar Fikir (6)

Perempuan Jawa Muda - Kassian Chepas (1885)

Beberapa hari ini, aku sering disinggahi mimpi-mimpi. Aku sungguh alami dan merasai tiap bibit yang menyuburi kepala, tapi setelah bangun, semua mimpi jadi debu yang menerawang di kamar. Aku cari tanda-tanda, misalnya teman sebilik mengatakan aku adakala menjerit tiba-tiba bukan seperti jeritan marah sebaliknya takut. Entah pada apa. Aku hanya ketawa mendengarnya. Kemudian, aku juga dapati tanda lain, airmata sangat banyak dan laju mengalir di pipi, menjadi bekas dan melebami mata. Di bantal ini mungkin ada rahsia. Atau pada selimut, dan ranjang bisakah ia bercerita tentang apaapa yang menyangkuti dibalik kelakuan aneh ini. Ada sesuatu yang nampak ringan memberati kepalaku, yang singgah dihujung rambut, menjadi akar menyucuk medulanya. Sebab itu barangkali aku sering membuat pertimbangan buruburu. Kemudian menyesal kerana memilih untuk mengundurkan diri daripada orang yang selalu ingin ada di sisi. Tapi aku juga ingin pergi, bersendiri dan nikmati sunyi. Sunyi adalah nyaring yang ditimbali. Pabila aku riuh dan hingar pun kau akan lihat sunyi bersembunyi di pundak. Hatta, berdua, sedang bercinta aku tetap setia pada sunyi. Jadi mungkin kaulihat aku masih di sini. Sebenarnya cuma persinggahan sementara, dan perpisahan yang kutangguh.

Comments

Popular Posts